APBD 2018 Haltim Dirancang Defisit Rp187 M

Repoter : Ardian Sangaji

MABA, AM.comRancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Tahun 2018, Senin (13/11) telah disampaikan ke DPRD Haltim. Dalam penyampaian nota keuangan yang disampaikan Bupati Rudy Erawan itu, APBD 2018 Haltim dirancang defisit sebesar 187.731.042.373. Hal tersebut dikarenakan adanya selisih jumlah pendapatan daerah sebesar Rp 933.827.981.068, dengan jumlah belanja daerah sebesar Rp 1.121.559.023.441.

“Jumlah defisit anggaran ini akan ditutupi dengan pembiayaan netto sebesar Rp 187.731.042.373 yang bersumber dari sisa lebih pembiayaan anggaran tahun lalu,” kata Rudy dalam sambutannya.
Sambung Rudy, dengan demikian sisa lebih perhitungan anggaran atau silpa tahun anggaran 2018 adalah sebesar Rp0. “Disamping itu juga jumlah angka defisit ini masih merupakan angka yang kontemporer, dimana perubahan ini masih mengikuti pembayaran tagihan kegiatan belanja modal di 2017,” ujarnya.

Meski begitu, pada APBD 2018 yang rancangannya masih diprioritaskan pada 4 bidang yakni bidang infrastruktur, bidang ekonomi, bidang penyelenggaraan pemerintah, politik dan ketertiban masyarakat, serta bidang kesejahteraan rakyat, ini dirancang naik Rp 1.121.559.023.441 dari APBD 2017 sebesar Rp 1.012.772.451.914, atau naik sebesar 9,70 persen.

Rudy memaparkan, perkiraan pendapatan daerah Tahun 2018 sebesar Rp 933.827.981.068, mengalami peningkatan sebesar Rp 46.431.714.271 atau meningkat sebesar 4,97 persen dari pendapatan 2017 yang sebesar Rp 887.396.266.797.

Total perkiraan pendapatan yang bersumber dari sejumlah item pendapatan ini rata-rata mengalami kenaikan. Sedangkan penurunan hanya pada dua item pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan yakni Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dimana untuk DAU di tahun 2018 sebesar Rp 477.350.304.000, turun sebesar Rp 3.388.193.000, atau turun 0,70 persen dari dana DAU 2017 sebesar Rp 480.738.497.000. Sedangkan DAK di tahun 2018 sebesar Rp 103.558.232.000, turun sebesar Rp 59.707.191.000, atau turun 57,60 persen dari dana DAK 2017 sebesar Rp 163.265.423.000. “Penurunan DAU dan DAK ini karena kondisi keuangan negara saat ini belum menggembirakan,” ungkap Rudi.

Sementara itu untuk belanja daerah yang dirancang sebesar Rp 1.121.559.023.441, terdiri item belanja tidak langsung sebesar Rp 367.037.361.148, dan belanja langsung sebesar Rp 754.521.662.293.(azk)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA