Nuggak Hutang, Panitia WIFT Bakal Dipolisikan

LABUHA, AM.com-Sungguh miris event Widi International Fishing Tournament (WIFT) yang mendapat rekor MURI bahkan akan menjadi salah satu wisata mancing di Maluku Utara, akan berakhir di kantor Polisi. Padahal, event ini secara resmi telah ditutup pada tanggal 29 Oktober lalu. Ini menyusul, Panitia WIFT masih memiliki Hutang Rp400 juta kepada pihak ketiga.

Panitia WIFT bakal dilaporkan lantara sudah hampir dua pekan belum memberikan kepastian pembaran jasa kebersihan kepad pihak ketiga. Padahal, panitia sudah berjanji akan melunasi pada akhir pekan kemarin.

“Hanya Rp 400 juta saja panitia tidak mampuh bayar, padahal Rp 1,5 Miljar dana yang digelontorkan, Bayar Hutang kalau tidak mau dipolisikan oleh rekanan,”tegas ketua Komisi II DPR Kabupaten Halmahera Selatan Gufran Mahmud kepasa reporter www.aspirasimalut.com, Rabu (7/11/2017).

Terkuaknya hutang sebesar Rp400 juta ini karena pihak rekanan gwram dengan pernyataan Sekda Halsek selaku Ketua Panitia Kabupaten Helmi Surya Botutihe, yang mengungkapkan pelaksanaan Event WIFT dengan anggaran sebesar Rp1,5 miliar terpakai habis dengan tidak meninggalkan hutang.

Sontak pernyataan orang nomor tiga di Halsel ini mendapat respon dari komisi II DPRD Halsel setelah menerima keluhan dari pihak ketiga. Sehingga itu, komisi II menilai pernyataan Sekda Halsel telah melalukan pembohongan publik.

Tak pelak, Komisi II juga dalam waktu dekat akan memanggil Sekda Halsel sebagai Ketua Panitia lokal, untuk meminta pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran sebesar Rp1,5 miliar. Sebab, selain memiliki hutang, ada inidikasi banyak pekerjaan WIFT kelebihan volume yang terkesan kejar proyek.

(echa’L)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA