Perkokoh Hasil Pertanian, Pemda Kepsul Kembangkan Dua Sektor Pertanian Ini,

 

SANANA, AM.com – Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) melalui Dinas Pertanian terus memperkuat bidang pertanian dan ketahanan pangan. Sehingga itu, dilakukan pengembangan sektor pernian dengan penentuan pohon induk terpilih (PIT) tanaman kelapa dan penanaman padi sawah program Upaya Khusus (UPSUS) Pajale tahun 2017.

Kepala Dinas Pertanian Kepsul Idris Ahmad Baguna kepada reporter www.aspirasimalut.com, Kamis (26/10/2017) menuturkan, Kegiatan (PIT) pohon kelapa yang merupakan lanjutan dari penetapan Blok Penghasil Tinggi (BPT) yang telah dilakukan di Desa Wailoba, Waitulia, Mangoli, Jeri, Waitina dan Naflo.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan pohon induk yang merupakan sumber benih unggul lokal yang tidak lain adalah implementasi Permentan Nomor : 50 Tahun 2015 tentang Produksi Sertifikasi Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Perkebunan, serta Kepmentan Nomor : 322/KPTS/KB.020/10/2015 Tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Kelapa (Cocos nucifera,L),”ungkapnya.

Ia menjelaskan, untuk mewujudkan program tersebut, salah satu persyaratan pengembangan komoditas perkebunan harus memiliki sumber benih unggul lokal. “Kegiatan PIT ini berlangsung selama sepekan
yang melibatkan BALITPALMA Manado yang merupakan Badan Litbangtan RI, Direktorat Jenderal Perkebunan, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Maluku, Dinas Pertanian Propinsi Maluku Utara bersama Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sula,”terangnya.

Disebutkan pula, yang menjadi sasaran lokasi yang merupakan sasaran PIT
adalah Desa Wailoba, Waitulia, Mangoli, Jeri, Waitina. dan Naflo, dengan total PIT sebantak 1.894 pohon kelapa. Dengan demikian untuk memenuhi
kebutuhan benih kelapa dalam pengembangan dan peremajaan melalui APBNP Tahun 2017 telah memenuhi kuota benih sebagaimana yang dialokasikan di Kabupaten Kepulauan Sula sebanyak 500 Ha.

Selain itu, kata Idris dalam kegiatan tersebut telah ditemukan beberapa jenis/varietas kelapa lokal yang ditemukam di lapangan yang menonjol baik produksi maupun ketebalan dagingnya sehingga dapat dilakukan pengamatan dan penelitian lanjut dan tentunya memerlukan waktu dan punya peluang untuk proses pelepasan varietas.

“Temuan dimaksud akan ditindak lanjuti dengan upaya pelepasan varietas lokal, sehingga mudah-mudahan sula juga bisa punya varietas baru dengan nama “ NUI SUA “. Pengembangan sektor pertanian di Kepulauan Sula mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati (Hendrata Thes) dimana salah satu fokus pembangunan yang tertuang dalam Visi dan Misi-nya adalah sektor pertanian, sehingga penjabaranya tertuang dalam program dan kegiatan Dinas Pertanian baik jangka menengah maupun jangka panjang,”tukasnya.

Selain program PIT tersebut, dinas Pertanian Kepsul juga mencanangkan program Penanaman Padi Sawah Program UPSUS dan sudah sudah dilakukan Penanaman perdana Padi Sawah di lokasi cetak sawah baru Tahun 2017 di desa Kaporo Kecamatan Mangoli Selatan yang merupakan kerja sama Kementerian Pertanian dengan pihak TNI, dimana kegiatan dilaksanakan pada hari Senin, 23 Oktober 2017.

“Penanaman perdana ini melibatkan unsur TNI, pimpinan SKPD terkait, Camat, Kepala Desa dan Anggota Kelompok Tani dan masyarakat setempat. Dengan momentum penanaman padi perdana ini secara bertahap akan mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar kabupaten. Kami
menyampaikan terima kasih kepada bapak Bupati atas suport/dukungan
terhadap semua program Distan Sula yang mengutamakan kepentingan
masyarakat dan para petani, Danramil Sanana dan Danramil Mangoli Barat serta jajarannya, pimpinan SKPD terkait Dinas PUPR, Dinas Kehutanan, BLH, dan Disnakertrans.

“Karena kelanjutan kegiatan dimaksud membutuhkan dukungan semua pihak. Dengan adanya kegiatan ini juga, memberikan motivasi dan semangat kepada para petani untuk tetap berupaya membangun usaha tani mereka, dibarengi dengan pendampingan oleh Petugas Penyuluh
Lapangan (PPL). Didorong oleh semangat para petani itulah yang membuat
saya optimis bahwa dalam upaya mengurangi pasokan beras dari luar, insya Allah secara bertahap teratasi dan menjawab apa yang menjadi harapan Bapak bupati,”harapnya.

(blm)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA