spot_imgspot_img

Rekomendasi ke Burhan. Asbur Abu : Tidak Ada Jaminan HANURA Menang di Halsel

LABUHA, AM.com-Pertarungan internal Partai yang akan mengusung bakal calon gubernur Provinsi Maluku Utara periode 2018-2023 sudah menunjukan tensi yang cukup tinggi. Padahal, ini baru memasuki penjajakan partai politik untuk mengusung calon gubernur pada Pilkada 2018 mendatang.

Hampir seluruh partai yang memiliki kursi di DPRD Maluku Utara akhir-akhir ini saling klaim. Bahkan konflik internal secara nyata sudah diperlihatkan ke publik. Tak pelak, diinternal Partai HANURA sebelumnya terjadi perombakan, kini muncul gejolak lain dengan sikap menolak Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) tentang rekomendasi pencalonan Gubernur Maluku Utara.

Sebab, informasi yang dihimpun reporter www.aspirasimalut.com menyebutkan, saat ini DPP telah mengeluarkan rekomendasi calon gubernur Provinsi Maluku Utara periode 2018-2023 kepada walikota Ternate Burhan Abdurrahman. Sehingga itu, Dewan pimpinan cabang (DPC) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) melalui Sekretaris Badan pemenang pemilu (Bapilu), Asbur Abu dengan tegas menolak SK rekomendasi DPP tersebut, lantaran tidak sesuai dengan nama-nama yang direkomendasikan de DPP oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HANURA Maluku Utara.

“Berdasarkan usulan masyarakat secara lisan kepada kami, ada tiga nama yakni Iswan Hasjim, Muhammad Kasuba dan Abdul Gani Kasuba jika ketiga nama ini tidak direstui DPP, maka kemenangan partai HANURA di Halsel kami tidak bisa jamin pada Pilgub mendatang,”tegas Asbur kepada wartawan, Selasa (12/9/17) di warung Tati Tomori Labuha.

Menurut Dia, tiga nama yang diusulkan ke DPP sudah dilakukan penjaringan di internal melalui tim penjaringan Partai. Dari hasil itu, Kata Asbur, bahwa ketiganya memiliki elektabilitas yang cukup tinggi dan dapat dipasarkan ke masyarakat karena sudah terbukti kerja nyata mereka di Halsel.

Oleh karena itu, Ia melanjutkan. Jika sudah terbukti, sudah sepatutnya untuk diperjuangkan guna mendulang suara dan kemenangan Partai HANURA di Halsel. “Perhelatan Pilgub sudah masuk di zona hijau karena pembukaan pendaftaran pada Januari 2017 mendatang dan penetapan calon oleh KPU pada bulan Februari maka kerja kerja partai harus terfokus pada nama nama yang telah diusulakn. Jika nama lain yang muncul, maka kami akan jerja baru. Itu artinya tidak ada jaminan bisa menang di Halsel,”cetusnya.

Selain itu, menurut Asbur Partai HANURA memiliki poster kandidat berjiwa pertarung. Sehingga itu, sebagai Bapilu pihaknya sudah menlaksanakan survey elektabilitas para kandidat atas usulan masyarakat sehingga dirinya siap melawan SK DPP.

“Kita tidak perlu menjelaskan sepak terbang ketiga calon kandidat tersebut, sebab publik sudah terbukti kinerjanya dan masyarakat hasil sudah menikmati hasilnya saat ini. Intinya tiga nama calon kndidat yang kami usulkan itu harga mati. Titik,”terangnya.

Isu berkembang SK DPP Hanura jatuh ke tangan Burhan Abdurahman, sehingga DPC Hanura Halsel tidak menerima SK tersebut dan tidak akan bekerja pada Pilgub mendatang.

(echa’L)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL