Bantuan BSPS di Kelurahan Fitu Bermasalah

TERNATE, AM.comPenyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat (PU-PR) tahun anggaran 2016 di Kelurahan Fitu RT 06 dan RT 07 kecamatan Ternate Selatan bermasalah. Pasalnya, bantuan perumahan masyarakat yang disuplai dalam bentuk bahan, tidak selesai dikerjakan dan tidak sesuai dengan permintaan penerima bantuan. Demikian disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD kota Ternate Daerah Pemilihan (Dapil) Ternate Selatan Hasan Luhulima ketika melakukan reses di dua lingkungan tersebut Minggu (27/8/2017).

Dahri, salah satu warga penerima bantuan BSPS tahun 2016 kepada anggota DPRD dari partai PDI-P dapil Ternate Selatan menyampaikan, bantuan BSPS yang seharusnya diterima sebesar Rp. 15 juta dalam bentuk bahan ternyata tidak sesuai, karena jika dikalkulasikan dengan harga bahan yang diberikan hanya sekitar Rp 7-8 juta per rumah, padahal bantuan BSPS ini dimulai dari nol.

Hal senada juga disampaikan oleh Naji yang juga masyarakat penerima BSPS di Kelurahan Fitu tahun 2016. Naji mengaku rumahnya hingga saat ini tidak selesai dibangun karena Penyaluran bantuan hanya setengah-setengah.

“Torang pe rumah dari 2016 tara selesai bangun karena bantuan hanya setengah-setengah, harga bahan yang dihitung sangat mahal, karena semen 1 sak yang harganya Rp. 62.000 dorang tulis di nota 1 sak Rp. 79-80 ribu per sak, kemudian seng yang torang minta 70 lembar dorang hanya kase 40-50 lembar per rumah, begitu juga batu bata (tela) yang torang minta 3000 buah yang diberikan hanya 1000 dan harga telah (batu bata) per buah hanya Rp. 1.100 dalam nota per buah Rp. 1 .800, bahkan ada yang tidak dapat tela sama sekali, begitu juga dengan Kayu Koseng dan lata, kayu yang diberikan itu tidak bisa dipakai karena semuanya kayu lombo,”ungkapnya

Selain itu, penyaluran BSPS juga dinilai tidak tepat sasaran, karena bantuan yang seharusnya diberikan kepada masyarakat tidak mampu ternyata ada ada sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) juga terima bantuan stimulan, sementara masyarakat yang lain hingga saat ini belum menerima padahal rumah mereka sudah difoto berulang kali tapi tidak ada bantuan,

“Masyarakat yang yang rumahnya masi menggunakan papan tidak dapat sama sekali, sementara PNS yang rumahnya sudah beton diberikan bantuan,”cetusnya.

Mendengarkan keluhan masyarakat tersebut, Hasan Luhulima berjanji akan menyampaikan ke Dinas terkait dalam hal ini Dinas PU-PR dan Disperkim untuk segera menindaklanjuti tuntutan masyarakat, karena bantuan yang seharusnya memudahkan masyarakat malah terbalik dan masyarakat malah lebih susa karena bangunan rumahnya hanya setengah-setengah sehingga mereka terlihat seperti pengungsi. Cetusnya

Ia juga mengatakan, Dinas terkait juga harus turun langsung ke lapangan untuk mengecek penyaluran BSPS, karena sudah banyak temuan di lapangan penyaluran BSPS tidak sesuai. “Pasti ada permainan oknum-oknum tertentu atau orang lapangan sehingga penyaluran bantuan itu bermasalah,”pungkasnya. (kep)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA