spot_imgspot_img

7 Napi Di Maluku Utara ‘Merdeka’. 515 Lainnya Masih Digerbang Pintu Kemerdekaan

Narapidana Langsung Bebas

  • 4 Orang Narapidana Lapas Klas IIB Tobelo
  • 3 Orang Narapidana Lapas Klas IIB Soasio Cabang Rutan Labuha

Narapidana Dapat Remisi (Pengurangan Masa Tahanan)

  • Rutan Klas II Ternate, 169 orang
  • Lapas Kelas IIB Sanana, 60 orang
  • Lapas Kelas IIB Tobelo, 85 orang
  • Lapas Kelas IIB Jailolo, 27 orang
  • Rutan Kelas IIB Ternate, 45 orang
  • Rutan Kelas IIB Soasio, 31 orang
  • Rutan Kelas IIB Weda, 25 orang
  • Rutan Klas IIB Sosio CAbang Rutan Labuha, 56 orang.
  • LPKA Kelas II Ternate, 4 orang.
  • LPP Kelas III Ternate, 6 orang

 

 TERNATE, AM.comSetiap orang memiliki hak kemerdekaan untuk bebas, tidak terkecuali bagi Narapidana (Napi) di hari kemerdekaan Repoblik Indonesia (RI) yang ke 72 tahun 2017 kali ini. Pasanya Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkum HAM) telah memberikan remisi kepada 515 narapidana dan anak pidana. Pemberian remisi itu diserahkan langsung oleh Walikota Ternate, Burhan Abdurahman di sela-sela upacara penyerahan remisi di Lapas Klas IIA Ternate, Kelurahan Jambula Kota Ternate, Kamis (17/8/2017).

Dari 515 narapidana dan anak pidana tersebut, 7 diantaranya langsung dinyatakan bebas. Mereka yang bebas diantara pernah terlibat dalam kasus pencurian sebanyak 4 orang, penganiayaan 1 orang dari Lapas Tobelo, KDRT 1 orang dan penganiyaan 2 orang dari Cabang Rutan Labuha.

Plh Kepala Devisi Permasyarakatan Lapas Ternate, Nirhono Jatmokoadi usai upacara penyerahan remisi menuturkan, 515 narapidana yang mendapat remisi dari Kemenkum HAM itu berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 99 tahun 2012 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan. Dimana 7 orang dari jumlah penerima remisi dinyatakan langsung bebas. “7 orang dinyatakan RU II (langsung bebas) hari ini yaitu tersebar di Lapas Tobelo dan Cabang Rutan Labuha sementara RU-I (pengurangan masa tahanan) sebanyak 508 orang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, 508 penerima remisi itu tersebar di seluruh wilayah Malut, diantaranya narapidana di Rutan Kelas II Ternate mendapat remisi berjumlah 169 orang terbagi dari narapidana mendapat remisi selama 1 bulan sebanyak 10 orang, 2 bulan 30 orang, 3 bulan 55 orang, 4 bulan 43 orang, 5 bulan 22 orang dan 6 bulan sebanyak 9 orang.

Sementara Napi di Lapas Kelas IIB Sanana yang mendapat remisi diantaranya, 1 bulan 14 orang, 2 bulan 15 orang 3 bulan 10 orang, 4 bulan 17 orang dan 5 bulan sebayak 4 orang sehingga jumlah total sebanyak 60 orang. “Untuk Kelas II B Tobelo Napi yang mendapat remisi selama 1 bulan sebanyak 4 orang, 2 bulan 15 orang, 3 bulan 26 orang, 4 bulan 32 orang, 5 bulan 5 orang, 6 bulan sebayak 3 orang. Jumlah Napi Lapas Kekas IIBNapi yang menerima remisi sebanyak 85 orang,” ungkapnya.

Untuk Lapas Kelas II B Jailolo yang mendapat remisi selama 1 bulan Sebanyak 5 orang, 2 bulan 6 orang, 3 bulan 12 orang, 4 bulan 4 orang atau  total 27 orang. “Untuk Rutan Kelas II B Ternate yang mendapat remisi selama 1 bulan Sebanyak 21 orang, 2 bulan 19 orang, 3 bulan 3 orang, 4 bulan 1 orang, 5 bulan 1 bulan total 45 orang,” paparnya.

Rutan Kelas II B Soa Sio yang mendapat remisi selama 1 bulan Sebanyak 19 orang, 2 bulan 7 orang, 3 bulan 2 orang, 4 bulan 2 orang, 5 bulan 1 orang, total 31 orang. Rutan Kelas IIB Weda yang mendapat remisi, untuk 1 bulan sebanyak 20 orang, 2 bulan 4 orang, 3 bulan 1 orang, total 25 orang. “Cabang Rutan Labuha yang mendapat remisi selama 1 bulan sebanyak 20 orang, 2 bulan 17 orang, 3 bulan 12 orang, 4 bulan 6 orang, 5 bulan 1 orang, totalnya 56 orang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, untuk LPKA Kelas II Ternate yang mendapat remisi untuk 1 bulan sebanyak 2 orang, 2 bulan 2 orang sedang 3-6 bulan 0. Jumlah total 4 orang. Selanjutnya, LPP Kelas III Ternate yang mendapat remisi selama 1 bulan sebanyak 5 orang, 2 bulan 1 orang, 3-6 bulan 0. Jumlah total 6 orang.

Kata dia, saat ini sudah ada beberapa narapidana yang saat ini diusulkan ke Pusat terkait Tindak pidana tertutup sesuai LPP 99 tahun 2012 seperti tindak pidana Narkotika dan tindak pidana korupsi, namun belum turun. “Nanti usulan remisi pertama terkait LPP 99 sudah turun untuk remisi selanjutnya berada di Kanwil Kemenkum HAM Maluku Utara sehingga tidak perlu ke pusat lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemenkum HAM memberikan remisi khusus hari raya Idul Fitri bagi 423 narapidana (napi) Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Malut dan dua orang diantaranya langsung dinyatakan bebas. Dimana, dari 423 napi yang mendapat remisi itu, enam orang diantaranya napi kasus korupsi dan narkoba, serta enam napi yang mendapatkan remisi itu empat diantaranya dari Rutan Labuha, dua dari Rutan Ternate dan Rutan Tobelo.

Terpisah, Walikota Ternate, Burhan Abdurahman saat menyampaikan sambutan dari Kemenkum HAM mengimbau kepada warga rutan yang sudah menerima remisi, agar tidak lagi mengulangi perbuatan melawan hukum. “Kami minta kepada semua warga rutan yang mendapat remisi, berjanjilah dari dalam hati, jangan lagi ulangi perbuatan melanggar hukum, jadilah anggota masyarakat yang taat pada hukum seperti masyarakat pada umumnya,” pintanya.

(tim/rdx)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL