Sodor Rasionalisasi Hutang 2016 ‘Banggar Semprot’ TPAD

SOFIFI, AM.comKetegangan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prvinsi Maluku Utara kembali bersitegang dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut, Senin (14/8/2017). Ketegangan ini terlihat ketika Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Malut menyodorkan rasionalisasi hutang tahun 2016 yang mencapai kurang lebih Rp 400 miliar. Mendapat ‘semprotan’ dari Banggar lantaran ada beberapa hutang pekerjaan proyek pada tahun 2016 yang sudah dinayatakn selesai 100 persen masuk dalam daftar hutang Pemprov kepada pihak ketiga.

“Masuk akal di mana, kalau pekerjaan proyek 2016 dan 2017 itu disebut hutang? Sementara di lokasi proyek ditemukan pekerjaan belum selesai 100 persen. Ini kami temukan saat turun ke lokasi beberapa waktu lalu,”ujar Sekretaris Komisi III DPRD Malut Sahril Tahir dalam rapat bersama tersebut.

Sementara itu, wakil Ketua Banggar Ishak Naser juga menyesalkan, rapat pembahasan hutang Pemprov itu tidak dihadiri Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan dan Keuangan Daerah (DPPKAD) Malut Ahmad Purbaya,padahal, rapat itu membahas masalah paling krusial. “Hutang Pemprov ini adalah masalah paling krusial makanya banggar tidak mungkin membahasnya tanpa ada kehadiran Kepala DPPKAD Ahmad Purbaya. Apalagi ini juga terkait dengan penjelasan progres realisasi anggaran 2017,” katanya.

Lanjut politikus Nasdem Malut itu membenarkan, berdasarkan Laporan Pelaksanaan Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (LPP APBD) 2016 banyak pekerjaan yang telah dilaporkan progres pekerjaannya selesai 100 persen, tetapi berdasarkan informasi Komisi III di lapangan ditemukan pekerjaan fisik masih banyak yang terbengkalai dan belum selesai 100 persen. “Makanya beliau (Ahmad Purbaya) harus hadir supaya dicek kebenaran atas masalah pekerjaan proyek tersebut yang dilaporkan sudah selesai 100 persen,”semprotnya.

Dia menambahkan, rapat pembahasan hutang Pemprov yang dihadiri Sekretaris Provinsi Malut,Muabdin Radjab dan Kepala Bappeda Syamsudin Banyo itu terpaksa ditunda dan dilanjutkan Senin malam ini pukul 09.00 WIT, di Sekretariat DPRD KotaTernate malam tadi. “Juga dalam waktu dekat, Banggar berencana melakukan uji petik di lapangan atas progres pekerjaan pembangunan fisik yang dilaporkan, ini dilakukan sebelum pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2017,”pungkasnya.

(blm)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA