spot_imgspot_img

Strategi Meningkatkan Daya Saing Agrebisnis Lokal

Fauji Yamin

Magister Sains Agrbisnis, FEM IPB

INDONESIA adalah negara yang melibatkan perdagangan sebagai pilar pembangunan ekonomi. Indonesia tergabung dalam berbagai organisasi perdagangan dunia serta kerja sama perdangan dengan negara lain. Diantaranya Indonesia masuk dalam anggota WTO, di Kawasan regional Indonesia sebagai prakarsa berdirinya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Dengan perdagangan internasional tentu peluang Indonesia semakin terbuka untuk  produk lokal melakukan ekspansi ke pasar internasional. Sehingga tantangan sesungguhnya adalah meningkatkan daya saing terutama produk agribisnis lokal dengan karateristik sesuai dengan keinginan konsumen, berdaya saing tinggi baik domestik maupun global.

Tantangan meningkatkan daya saing adalah masalah dan juga peluang yang harus dihadapi oleh Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Produk pertanian indonesia memiliki masalah terhadap daya saing, sehingga banyak produk-produk pertanian indonesia tidak mampu menembus pasar internasional bahkan mengalami penolakan-penolakan oleh konsumen. Kualitas produk masih dalam bentuk primer, artinya Indonesia masih melakukan exspor bahan baku pertanian bukan dalam bentuk olahan, sehingga tidak ada peningkatan nilai tambah. Tantangan ini akan membuat Indonesia kalah bersaing dengan negara-negara khusunya ASEAN yang banyak melakukan kegiatan nilai tambah pada setiap produk pertanian.

Peringkat daya saing Indonesia pada 2017 menduduki peringkat ke 42 dari total 63 negara yang di survey. Peringkat tersebut naik sebesar 6 tingkat dari tahun 2016, namun posisi peringkat tersebut masih dibawah pencapaian pada tahun-tahun sebelumnya yaitu pada posisi 39 pada 2013 dan posisi 37 pada 2014. Posisi ini relatif masih jauh dari negara Asia Pasifik karena, rata-rata berada pada 11 hingga 13 dunia, sedangkan pada kawasan ASEAN seperti Singapura menduduki peringkat 3, disusul Malaysia peringkat 24, Thailand peringkat 27 dan Filipina 41. Kendala indonesia dalam negeri adalah mengembangkan produk lokal utamanya produk agribisnis untuk mampu bersaing dengan produk impor. Produk lokal selalu kalah dengan produk impor karena presepsi dan perilaku konsumen Indonesia yang selalu mengandalkan produk impor, sehingga dipasar lokal produk-produk lokal selalu tersingkir.

Penyediaan Infrastruktur

Infrastruktur merupakan unsur vital dalam suatu proses pembangunan, begitu pun pada pembangunan pertanian. Penyediaan infrastruktur pertanian yang berkualitas dapat mendorong konektivitas sehingga dapat menurunkan biaya transportasi serta biaya logistik yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi sektor pertanian. Infrastruktur yang baik dapat meningkatkan daya saing produk dan mempercepat gerak ekonomi.Untuk itu infrastruktur pertanian baik  berupa transportasi, jalan maupun  irigasi, sangat penting. Dalam rilis Global Competitiveness Report 2016-2017 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum menunjukkan daya saing infrastruktur Indonesia berada di peringkat 60. Tentunya peringkat daya saing ini masih jauh di bandingkan negara Singapura, Malaysia dan Thailand.

Hampir semua basis-basis produksi agribisnis, terutama di pedesaan terkendala dengan infrastruktur penunjang usaha tani. Infrastruktur agribisnis masih menjadi salah satu masalah baik dari hulu sampai hilir karena rusak dan tidak layak untuk dipakai. Padahal dengan penyediaan misalnya jalan seperti jalan tani, mode transportasi angkut pertanian,maka  terbukanya akses terhadap pasar sehingga memberikan keeratan dalam sistem produksi, distribusi dan konsumsi yang stabil.

Infrasturktur memiliki peranan yang tidak sedikit dalam pembangunan pertanian secara khusus dan pembangunan ekonomi Indonesia secara umumnya. Ketersediaan infrastruktur dalam jumlah yang cukup dan kondisi yang memadai akan memudahkan petani untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari lahan pertaniannya, mulai dari proses budidaya,  akses  sarana produksi  hingga  penjualan  hasil pertanian. Banyak manfaat ekonomi diperoleh dari infrastruktur antara lain pendapatan, aksesibilitas, lapangan kerja saat konstruksi jalan, reduksi biaya transportasi, penghematan biaya  dan waktu, dan meningkatkan produktivitas industri (Weiss dan Figura, 2003  dalam Puspita et., all:2014).

Peningkatan Kualitas  Sumber Daya Manusia

Indonesia akan dihadapkan pada kondisi ledakan penduduk yang semakin meningkat (bonus demografi) pada tahun 2020-2030. Bonus demografi adalah suatu fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedang proporsi usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak. Pada tahun 2020-2030, diperkirakan Indonesia akan memiliki sekitar 180 juta orang berusia produktif, sedang usia tidak produktif sekitara 60 juta jiwa, atau 10 orang usia produktif hanya menanggung 3-4 orang usia tidak produktif.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Human Development Index (HDI) Indonesia masih tergolong rendah. Indonesia berada pada urutan 111, dari 182 negara di dunia pada tahun 2015 sedangkan pada tahun 2016 peringkat Indonesia berada turun10 peringkat menjadi urutan 113 dari 188 negara. Tentunya peringkat ini menunjukan bahwa peningkatan pembangunan manusia indonesia masih sangat rendah, sehingga menjadi tantangan yang lebih besar. Peningkatan sumber daya manusia untuk mampu berdaya saing perlu ditingkatkan melalui pembangunan pendidikan, baik pendidikan formal maupun pemberian pelatihan-pelatihan yang  diadakan oleh pemerintah maupun swasta. Dengan semakin banyaknya akses pendidikan terutama pada wilayah-wilayah yang masih tertinggal akan memberikan dampak positif pada pembangunan SDM daerah yang kompeten dan mampu mempengaruhi kualitas produktivitas manusia. Pemerintah perlu mengarahkan kebijakan pembangunan  SDM lewat penguatan pendidikan tinggi pada sektor-sektor andalan salah satunya adalah Agribisnis.  Pendidikan tinggi juga memiliki tanggung jawab terdepan penyebaran SDM dan peningkatan potensi serta penguasaan teknlogi bidang pertanian.

Pemerintah perlu melakukan penyebaran SDM ke bidang pertanian utamanya agribisnis. Pentingnya penyebaran serta pendidikan yang diarahkan pada penguasaan teknologi dan inovasi akan memberikan dampak pada penciptaan produk-produk baru di bidang agribisnis. Di Thailand, sinegrisitas perguruan tinggi dan dengan pemerintah lewat pendidikan sangat kuat, pemerintah selalu memanfaatkan hasil-hasil riset perguruan tinggi untuk mengembangkan Agribisnisnya. Petani Thailand juga diberikan pendidikan dan pelatihan-pelatihan secara intens guna meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi dan teknik- teknik yang efektif dalam meningkatkan produktivitas maupun menciptakan produk-produk berdaya saing tinggi. Di Indonesia penggunaan hasil-hasil riset oleh pemerintah dalam mengarahkan dan mebuat kebijakan di bidang pertanian masih sangat rendah. Banyak hasil riset oleh Perguruan tinggi yang mampu me nyelesaikan permaslahanagribisinis serta pengembangan-pengembangan hasil riset yang jika diterapkan dan didukung oleh pemerintah akan memberikan efek pada kemajuan agribsinis Indonesia. Pemerintah baik pusat maupun daerah perlu mensinergikan dan memberdayakan hasil riset untuk membangun agribisnis.

Pemberantasan Korupsi

Dalam Indeks presepsi Korupsi (IPK) 2016 mencatat skor Indonesia adalah 37 naik 1 poin dari tahun sebelumnya, Indonesia berada diperingkat 90 dari 176 negara yang masuk dalam survei. Di Kawasan ASEAN Indonesia berada pada posisi 4 terendah, posisi tertinggi d kawasan ASEAN adalah singapura, Brunei darusalam dan Malaysia. Data ini menunjukan bahwa korupsi masih menjadi salah satu masalah yang harus diperbaiki. Tingginya angka korupsi menghasilkan ketimpangan pembangunan ekonomi dan sosial yang berimplikasi pada rendahnya peningkatan pendapatan dan kesejateraan. Ketimpangan pembangunan yang di akibatkan korupsi membuat negara-negara berkembang sulit untuk melepaskan diri menjadi negara maju karena alokasi sumber daya tidak terbagi secara merata kepada proses yang menghasilkan pertumbahan ekonomi.

Korupsi membuat kesempatan pembangunan berbagai sektor menjadi timpang, baik infrastruktur, peningkatan SDM, pengembangan ekonomi berdaya saing, mendistorsi pasar, melemahkan penyerapan anggaran, menggelembungkan biaya produksi, lemahnya investasi lemahnya landasan hukum serta peran birokrasi yang tidak efesien. Dalam rilis peringkat daya saing Indonesia yang dilakukan oleh Global Competitive Indeks, tentang kendala melakukan bisnis di Indonesia, pada tahun 2015-2016 hasil survei menempatkan korupsi pada posisi pertama dengan skor 11,7, sedangkan inefeciensi goverment pada posisi kedua dengan skor 10,6 sedangkan, tahun 2016-2017 korupsi naik satu poin menjadi 11.8 dan inefesiensi pemerintah turun ke skor 9.3. Korupsi mejadi faktor utama penyebab daya saing Indonesia menjadi rendah selama dua tahun berturut-turut karena membuat investasi khusunya di bidang pertanian akan menjadi lemah, tingginya korupsi baik pusat sampai daerah membuat biaya produksi produk pertanian, infrastruktur pertanian dan pengembangan sumberdaya manusia serta inovasi teknologi menjadi tinggi karena hilangnya biaya yang harusnya dialokasikan ke pertanian.  Ketimpangan yang ditimbulkan oleh korupsi membuat investasi menjadi lemah, karena dengan adanya korupsi investor biaya produksi menjadi mahal sehingga banyak investor memilih untuk melakukan investasi di negeri lain.  Korupsi juga mengurangi kemampuan pemerintah untuk melakukan perbaikan dalam bentuk peraturan dan kontrol akibat kegagalan pasar (market failure) Sehingga Korupsi harus diatasi sedini mungkin, strategi pemberantasan korupsi perlu dilakukan untuk menciptakan pengembangan daya saing Indonesia. Strategi pemberantasan korupsi tidak hanya semata tanggung jawab KPK, akan tetapi strategi pemberantasan korupsi perlu di dorong ke reformasi birokrasi dari pusat sampai daerah.

Tantangan mengembangkan produk agribisnis lokal perlu sinergitas semua kalangan, baik pemerintah, legislatif, perguruan tinggi serta LSM dan pegiat pertanian agar jalan menuju persaingan yang berdaya saing dapat dimenangkan**

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL