Warga Halsel Krisis Air Bersih

LABUHA, AM.com-Warga ibukota kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) khususnya di desa Marabose dan sekitarnya kembali mengalami krisis air bersih.

Krisis air bersih yang dialami warga desa Marabose dan sekitarnya itu berlangsung sudah tiga hari belakangan ini, pasca hujan deras yang melanda ibukota Halsel sejak beberapa hari lalu. Sejumlah warga kepada reporter media www.aspirasimalut.com Selasa (20/62017) sore tadi, mengaku prihatin dengan krisis air bersih yang berulang kali sejak satu bulan terakhir ini.

“Sudah satu bulan ini pelayanan air bersih dari PDAM Halsel sering macet. Bahkan tiga hari ini air tidak jalan sehingga kita kesulitan dapatkan air. Kami terpaksa mengambil air di sungai dan danau yang ada di pinggir desa,”tutur Saleh A, salah satu warga.

Menurut warga, masalah krisis air bersih yang melanda ibukota sejak satu bulan belakangan ini harus menjadi perhatian Pemda Halsel untuk mencari solusi terbaik guna mengatasinya.

Masalah ini tidak boleh hanya dibebankan kepada pihak PDAM Halsel, sebab informasi yang berkembang, pihak PDAM selalu kewalahan menghadapinya akibat keterbatasan alat maupun anggaran yang dimiliki untuk mengatasinya apalagi permasalahan ini selalu dipicu akibat adanya bencana banjir yang sering merusak fasilitas instalasi air seperti pipa induk yang dipasang di jembatan dan sungai.

“Masalah air bersih adalah masalah yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Makanya semua pihak terkait terutama Pemda Halsel untuk ikut peduli. PDAM ini kan lebih banyak bergantung ke anggaran pusat. Mestinya ada kepedulian juga dari Pemda setempat,”ujar Haidar, warga lainnya.

Direktur PDAM Halsel, Yuslan Garwan dikonfirmasi mengakui ada kerusakan sejumlah fasilitas akibat disapu banjir pada saat hujan deras yang terjadi beberapa hari lalu.

Disebutkan, ada sejumlah titik seperti di Jambatan Sungaira, Jembatan Tembal dan Jembatan Mandaong maupun Instalasi induk di Papaloang terkena banjir dan mengakibatkan pipa air bersih yang terpasang di jembatan tersebut ikut rusak termasuk IPA yang ada di Papaloang tertutup material akibat banjir.

Adanya kerusakan itu kata Yuslan, mengakibatkan pelayanan air dibeberapa titik menjadi terganggu alias macet. Pihaknya sudah mengarahkan segala sumber daya yang ada untuk memperbaikinya.

“Alhamdulillah untuk Marabose tadi siang (kemarin, red) sudah bisa diatasi. Air sudah kembali normal,”tandasnya.

Yuslan mengallku, bahwa kondisi alam yang kurang bersahabat belakangan ini sering memicu masalah tersebut. Saat ini kata dia, ada beberapa fasilitas tambahan yang sudah disiapkan seperti tambahan sumur di Tembal yang sudah rampung yang tinggal menunggu difungsikannya trafo oleh pihak PLN. Begitu juga dengan IPA yang dibangun di Sungaira yang sudah hampir rampung.

“Memang kita masih bergantung dengan air kali. Kami kemarin sudah usulkan untuk pembuatan dua sumur tambahan hanya saja di tolak Pemda. Kalau kemarin itu dipenuhi ya tidak sampai ada masalah seperti ini. Tapi kita sudah upayakan melalui anggaran dari pusat jadi tinggal difungsikan saja untuk trafo oleh PLN. Kalau itu sudah berfungsi ya tidak lagi ada keluhan seperti ini lagi,”tandasnya.

Dia menambahkan, untuk trafo tersebut, pihaknya sudah mengkonfirmasi dengan Dinas PU yang menangani pengadaannya, dan katanya sudah ada tinggal difungsikan oleh pihak PLN.

“Kalau itu sudah jalan maka insya Allah air tidak macet lagi,”tutupnya.

(echa)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA