Kian Terang Oknum Mafia Honorer K2 di Kanwil Kemenag Malut

SOFIFI, ASPIRASIMALUT.COM-Praktek mafia Pungutan Liar (Pungli) pengangakatan honorer Kategori 2 (K2) di Kantor Wilayah Kementyerian Agama Maluku Utara (Kemenag Malut) sudah kian terang. Betapa tidak, berdasarkan penelusuran yang dilakukan Aspirasi Malut menyebutkan, adanya praktek dugaan mafia jual beli jasa pengngkatan honorer K2 tahun 2017 disnyalir dilakukan oleh oknum pegawai kantor Kemenag berinisial NA lias Nunung.

Belakangan diketahui ternyata NA merupakan pegawai kantor Kemenag yang memegang salah satu jabatan di esselon IV kantor Agama tersebut. Tak pelak, keterlibatan NA dalam jual beli jasa pengangkatan honorer K2 bukan hanya sekali dilakukan, akan tetapi sudah dilakukan sejak lama. ”Bukan hanya sekali ini saja,dia (NA) juga pernah menawarkan jasa ini kepada saya dengan iming-imingdiangkat menjadi pegawai K2,tapi karena janjinya tidak dipenuhi,saya suruh kembalikan uangnya,”ungkap salah satu sumber yang juga pernah menjadi korban praktek jual beli jasa pengangkatan pegawai ini, Senin (5/6/2017).

BACA JUGA : Bandar Togel Online Diciduk Polisi

Alhasil, aksi NA ini bukan saja kepada orang-orang yang dikenalnya saja, akan tetapi juga merebah hingga di Ibukota Provinsi. Di Sofifi, aksi NA alias Nunung alias Nu ini berlanjut ke salah satu warga di Ibukota Provinsi tersebut. R alias Utam, salah satu warga Sofifi yang kesehariannya bekerja sebagai supir angkutan umum juga mengakui hal yang sama.R alias Utam,mengaku diminta menyetorkan uang tanda jadi sebesar Rp 15 juta dari 50 juta yang dipatok NA agar diloloskan sebagai pegawai honorer K2 dikantor Kemenag.Padahal R alias Utam sendiri hanya pria berpendidikan tamatan SMA saja.

“Saya diminta kasih Rp 50 juta,tapi diserahkan bertahap,pertama Rp 15 juta sebagai uang tanda jadi,sedangkan sisanya diserahkan setelah menerima SK 80 persen,dan sampai saat ini katanya nanti dengar untuk panggilan baru bisa ikut tesnya,”beber Utam.

Dari penelusuran awak media,ternyata R tidak sendirian,menurut informasi yang diperoleh ada juga oknum warga Sofifi berinisial JS alias Junaidi,salah satu Kepala Desa (Kades) di Oba Utara,Sofifi Kota Tidore Kepulauan juga ditawarkan oleh NA untuk meloloskan anak JS alias Junaidi sebagai pegawai honorer K2.

Padahal anak JS sendiri hanya lulusan SMA tahun 2013.Sementara untuk katagori K2 yang diangkat adalah para honorer di Kemenag yang mempunyai masa pengabdian kerja pada tahun 2005.Sama halnya dengan R,JS dipatok oleh calo sebesar Rp 15 juta sebagai uang tanda jadi dan sudah diserahkan kepada oknum terkait di Kemenag Malut.Sisanya akan diserahkan setelah bersangkutan menerima SK 80 persen. ”Oknum salah satu Kades ini juga menyerahkan uang dari jasa yang ditawarkan NA agar meloloskan anaknya sebagai K2,”ungkap salah satu sumber.

Sementera itu, Kakanwil Malut, Rusli Libohongi saat di konfirmasi konfirmasi reporter Aspirasimalut.com, enggan menjawab.

(blm)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA