Inilah Ramalan Peta Politik DKI, Menuju Pilgub Malut

SOFIFI, ASPIRASIMALUT.COM – Kondisi politik untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkda)  Provinsi Maluku Utara tahun 2018 sudah menghangat. Saat ini, beberapa partai sedang menjajaki arah koalisi, bahkan diprediksi peta politik Pilgub DKI Jakarta akan merembet ke Pilgub Malut. Seperti Partai Golkar pemilik 8 kursi sebagai fraksi dengan kursi terbanyak di parlemen hanya membutukan 2 kursi untuk mengusung Ahmad Hidayat Mus (AHM) sebagi calon gubernur dan diprediksi akan berkualisi dengan Partai NasDem, dan Hanura sebagai wakilnya sepeti di Pilgub DKI.

Sementara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pengusung Gubernur Malut, KH Abdul Ghani Kasuba di Pilgub lalu, diprediksi akan berkualisi dengan Partai Gerindra, dan PAN. Sedangkan, partai PDI-P akan bermain dititik aman. Sebab, dengan modal 7 kursi di parlemen, ketua DPD I PDI-P, Rudi Erawan dikabarkan maju sebagai calon gubernur dengan Burhan Abdurrahman.

Sehingga itu, Magister Ilmu Komunikasi Politik Universitas Merchu Buana Jakarta, Arman Panigfat menilai, konfigurasi peta politik secara nasioanl akan tergambar di Pilgub Putaran kedua DKI Jakarta.

Menurut Dia, tidak terkecualia Pilkada Malut. Sebab, partai kualisi seperti Partai Golkar, Nasdem, dan Hanura dipastikan akan berkualisi untuk mengusung satu calon gubernur. Sementara PKS, Gerindra, dan PAN nantinya akan berkualisi dan PDI-P akan mengambil titik aman.

“PKS adalah salah satu partai pengusung AGK. PKS juga menjadi motor pemenangan bagi AGK pada Pilkada lalu. Pilihan PKS untuk kembali mengusung AGK sebagai calon incumbent tetap terbuka lebar. Sebab, untuk jadikan kader internal sebagai pendamping incumbent nampaknya peluangnya kecil. Kalau dilihat, kecenderungan AGK untuk kembali memilih calon wakil pasti berlatar belakang birokrat, seperti PAN mantan Sekda,”ungkapnya.

Dikatakan, peluang berkoalisi PKS dan Gerindra di tingkat pusat menjadi peluang terbesar untuk dapat berkoalisi di Pilgub Malut 2018. Sebab, sudah terbaca pada Pilkada di beberapa daerah lainnya selain DKI, terjadinya kualisi PKS dan Gerindra.

Sedangkan, Ishak Naser sebagai Ketua Wilayah partai Nasdem Malut, nampaknya lebih punya kemungkinan untuk mendapatkan rekomendasi Pimpinan Pusat Nasdem untuk mendampingi AHM di Pilgub mendatang. “Kedua Partai ini secara nasional telah membangun kualisi. Untuk itu, di Pilkada Malut akan sama dengan Pilkada DKI, akan ada kualisi Golkar dan Nadem,”tukasnya.

Dia menambahkan, untuk Partai PDI-P dipastikan akan mengusung satu calon gubernur dan tidak akan menempati papan nomor dua Malut. Hal itu, Kata Arman, di parlemen Partai PDI-P memiliki 7 kursi dan hanya membutuhkan 2 kursi untuk mengusung Calon gubernur. “Ketua DPD I PDI-P Rudi Erawan sangat berpeluang untuk direkomendasikan sebagai calon gubernur Malut. Karena rata-rata Partai PDI-P selalu menjagokan kadernya untuk mencalonkan diri, baik itu calon bupati, walikota maupun gubernur. Sehingga itu, untuk PDI-P sekalipun sudah ada yang menyatakan siap maju sebagai calon Wagub, itu tidak akan mempengaruhi p-engusulan calon gubernur kedepan,”pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan Informasi yang dihimpun Aspirasi Malut menyebutkan, bupati Haltim, Rudi Erawan sudah menyiapkan diri untuk maju di Pilgub 2018 mendatang. Bahkan, dirinya pernah menawarkan walikota Ternate Burhan Abdurrahman untuk mendampingi dirinya sebagai calon wakil gubernur periode 2018-2023. (blm)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA